Pasar Bambu Kuning Tanjung Karang Bandar Lampung

Foto By @encim.gendut

Lokasi: Tj. Karang Pusat, Kota Bandar Lampung 35127
Map: Klik Disini
HTM: Free
Buka Tutup: 24 Jam
Telepon:

Saat mengunjungi sebuah daerah, sepertinya kurang lengkap rasanya jika kita tidak melakukan wisata belanja entah sekedar membeli oleh-oleh atau untuk kebutuhan kita sendiri.

Namun jika membeli berbagai buah tangan di pusat oleh-oleh, pasti harganya akan dibanderol begitu mahal.

Sebenarnya, kita bisa membeli sejumlah oleh-oleh ini di pasar tradisional. Bila Anda menyambangi Bandar Lampung, Pasar tradisional Bambu Kuning wajib untuk disambangi.

Foto By lampung.tribunnews.com

Pasar Bambu Kuning oleh warga sekitar sering disebut dengan “beka” yang memiliki arti bambu kuning.

Sekarang, nama Pasar ini sudah berubah menjadi Bambu Kuning Trade Center. Kita bisa melihat tulisan ini di bagian atas pintu masuk.

Suasana di Lokasi

Sebenarnya, suasana di sini hampir mirip dengan suasana Pasar Beringharjo di Yogyakarta ataupun Pasar Klewer di Solo.

Foto By @_bngde

Namun, untuk Pasar Bambu Kuning mayoritas pedagang adalah orang Minang dan terdiri dari 3 lantai. Yang paling ramai biasanya lantai dasar.

Kita tidak perlu cemas atau letih untuk naik ke lantai atas tempat ini, karena untuk menjangkaunya sudah disediakan tangga berjalan.

Mayoritas pedagang di sini adalah pedagang pakaian, sepatu, makanan hingga pedagang keliling.

Saat masuk di lokasi wisata belanja ini, Kita bakal diserbu oleh pramuniaga yang menjajakan barang dagangan mereka.

Foto By lampung.tribunnews.com

Kalimat-kalimat sapaan seperti di pasar tradisional Kita dengar di sini. Jika Kita tertarik dengan barang sedang mereka jajakan, Anda bisa mampir, atau sekedar bertanya.

Asalkan jangan sampai mengacak-acak dagangan namun tidak jadi membelinya ya! Kasihan pedagangnya.

Bagaimana dengan masalah harga di sini? Seperti pasar tradisional yang lain, Pasar Bambu Kuning juga memiliki seni tawar menawar.

Foto By @fitria.martininigsih93

Kita menawar harga terlebih dahulu. Contohnya untuk harga 300 ribu bisa di tawar jadi 150 ribuan. Jika tidak dikasih, tak perlu marah, namun coba ganti dengan pedagang lainnya.

Sebenarnya, jika Kita memiliki hobi tawar menawar atau sering belanja di pasar tradisional, di sini merupakan tempat paling asyik.

Sebelum berbelanja, usahakan menyiapkan sejumlah budget, berapa besar uang yang nantinya Kita gunakan untuk belanja oleh-oleh atau kebutuhan selama berada di Lampung.

Tips Menawar

Foto By @dali_zain

Meskipun sebagai wisatawan, namun Kita pasti ingin mendapatkan harga lebih miring bukan?

Ada beberapa tips yang bisa Kita lakukan untuk mendapatkan harga terbaik ketika tawar menawar, antara lain:

  • Rajin dalam menawar.

Tawar menawar sebenarnya adalah sebuah seni yang memiliki tingkat keasyikan sendiri dan tidak akan bisa ditemukan di pasar modern.

Foto By Foto By lampung.tribunnews.com

Dengan cara ini, kita bisa mendapatkan harga jauh lebih murah. Kita bisa menawar dengan harga wajar serta mulai menjalin keakraban dengan penjual.

Jangan lupa bandingkan penjual lain terlebih dahulu agar bisa menentukan harga dengan tepat dan baik.

  • Bertukar informasi dengan sang penjual.

Kita bisa melakukan komunikasi yang baik dan santun dengan penjual untuk mendapatkan sejumlah informasi.

Kita bisa memulai dengan obrolan hangat seperti cara memasak hingga informasi tempat asal Anda yang bermanfaat.

  • Berpakaian santai saat belanja.

Agar bisa melakukan kegiatan belanja secara aman, kita bisa mengenakan pakaian yang santai seperti baju rumah.

Jangan sampai karena Anda berasal dari daerah yang cukup jauh, memakai pakaian yang berlebihan.

  • Memiliki banyak pilihan.

Di lokasi ini bukan hanya ada 1 penjual saja, namun ada begitu banyak pedagang di sini.

Sehingga, jika Kita tidak menemukan harga yang cocok di satu pedagang, Kita bisa berpindah ke penjual lainnya.

Rute Menuju Lokasi

Foto By @pixel.itera

Untuk sampai di sini sebenarnya begitu mudah. Kita hanya perlu menuju ke Tanjung Karang, yakni pusat dari Bandar Lampung.

Bila Kita menggunakan kendaraan pribadi, Anda bisa memarkirkannya di depan atau belakang pasar.

Cukup mudah bukan untuk sampai di lokasi wisata belanja Lampung ini? Jika masih bingung, Anda bisa mengandalkan Google Map dari hotel tempat menginap menuju ke Bambu Kuning.

Fasilitas

Foto By Foto By lampung.tribunnews.com

Walaupun tempat ini adalah pasar tua, namun Anda tidak boleh meremehkannya. Ada bagitu banyak fasilitas yang siap menyambut. Semakin lama, tempat ini bahkan berubah menjadi makin bersih.

Anda bisa menemukan beberapa toilet, eskalator, hingga tempat parkir yang luas untuk kendaraan roda dua ataupun beroda 4.

Oleh Oleh Lampung

Foto By @ezha_echi

Jika Anda mengunjungi tempat belanja Bambu Kuning, jangan lupa untuk berburu oleh-oleh seperti makanan khas dari Lampung.

Berikut adalah beberapa pilihan makanan khas dari Lampung yang bisa kita bawa pulang, antara lain:

  • Pie pisang

Pie pisang atau yang sering disebut dengan pai merupakan makanan yang mempunyai bentuk garing bagian luar serta begitu lembut di dalam.

Di Lampung, terdapat isian unik dari Pie pisang ini karena pie ditambah dengan susu. Untuk masalah harga, makanan ini dibanderol seharga Rp.5.000.

  • Manisan buah

Sesuai dengan namanya, manisan buah sudah pasti mempunyai rasa yang begitu manis.

Bahan pembuatan dari manisan ini ialah buah. Untuk membuatnya pun begitu simpel karena Anda hanya memerlukan buah dan gula.

Namun akan lebih lezat rasanya jika merasakan manisan dari Lampung. Di sini terdapat berbagai macam manisan seperti buah pala yang mempunyai karakteristik pedas manis.

  • Lapis legit

Walaupun makanan ini adalah pengana tradisional, namun jangan pernah memandangnya remah. Lapis legit memiliki rasa yang begitu nikmat.

Di Lampung sendiri, makanan ini disajikan ketika acara-acara tertentu. Untuk harganya dapat mencapai 300 ribuan per loyang.

Semua catatan di atas adalah data terakhir pada saat tulisan ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami pada kolom komentar di bawah ini ya. Begitu juga jika ada yang salah, punya kritik dan saran. Terima kasih.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*